Ahad, 30 Januari 2011

Wahai Pemuda, bicisan buat anda...

Wahai pemuda, baca dan fahamilah bibit-bibit kata ini....


"Sebelum kamu sentuh seorang perempuan yang kamu angkat sebagai bidadari hidupmu itu tanpa ikatan sah yang menghalalkannya, fikirlan kembali sakitnya ibu perempuan itu mengeluarkannya dari perut bersabung nyawa. Sanggup merisikokan mati, demi melahirkan seorang anak perempuan yang suci bagai kain putih, dan hari ini kamu yang muncul tiba-tiba dalam hidupnya itu, mahu mencemarkan perempuan itu?!

Tergamak kamu?

Teruskan... jika kalian cukup macho untuk membuktikan diri kalian memang tidak pernah peduli pada perasaan ibu bapa yang membawa kalian datang ke dalam kehidupan ini. Pada kesakitan dan derita mereka, pada usaha mereka memilih pakaian, makan, ubat, rumah dan pelajaran yang terbaik selama ini... kerana nafsu kalian adalah satu-satunya yang terpenting pada tika dan saat ini...

Ya, jika buayafriend dan gelifriend itu sudah berjaya membuktikan bahawa mereka saling tidak takut kepada Allah, terimalah neraka dunia sebelum NERAKA AKHIRAT."
- Saiful Islam...

Beringat-ingatlah sebelum terlambat...

Khamis, 13 Januari 2011

Aku Sudah Penat...!

AkU sUdAh pEnaT, pEnAt UtK AkU BeRkAtA-KaTa, bErsUaRa, mEnDugA, mEngHArAp, mEnaNti, mEncUbA,
naMuN aPa yAnG pEntiNg, AKU MASIH DIRIKU YANG DULU...! TidAk pErnAH mEngaLaH, mElUpA, mEnYiSiH,
AkAn SeSuaTu yAnG BerHarGa BuaT hIdUpKu!

Selasa, 4 Januari 2011

nAfAS oRaNg KotA.....

">


AMIR UKAYS - Nafas Orang Kota

Dipinggir lorong kota yg gemilang
Termanggulah seorang oh musafir
Memerhati nafas2 manusia
Kelesuan kepasrahan kepenatan

Berbisiklah sang musafir sendirian
Oh inikah dikatakan kemodenan
Sedangkan kejahilan masih ada
Pada diri generasi berilmu bertamadun dan ceria

Dilorong kota itu ada berbagai cerita
Tentang masyarakat yang hilang punca
Mereka berpusuan mencari apa-saja
Tanpa hiraukan nasib nusa bangsa

Wacana hidupmu bagaikan nista
Disebalik cahaya ada gelapnya
Moraliti keilmuan keimanan
Hanya bersalut dinama melindungi kesamaran dimata

Mengapakah kau sanggup
Mendustai yang anarki
Pandanglah pada alam
Yang semakin huru hara

Dimanakah perananmu
Untuk pertahankan bangsa agama
Yang semakin terbiar keranamu

Dilorong kota itu masih ada tetamu
Setiap siang dan malam urusan manusia
Maharajalela oh serabutnya

Dilorong kota itu masih ada sendamu
Sedang bersyair merdu terus menyusuri
Ohh fantasi ngeri sebelum nafas terhenti
Simpangan kota ini bangkitlah engkau dari mimpi-mimpi

Dilorong kota itu ada berbagai cerita
Tentang masyarakat yang hilang punca
Mereka berpusuan mencari apa-apa saja
Tanpa hiraukan nasib nusa bangsa

Dilorong kota itu masih ada tetamu
Setiap siang dan malam urusan manusia
Maharajalela oh serabutnya

Dilorong kota itu masih ada sendamu
Sedang bersyair merdu terus menyusuri
Ohh fantasi ngeri sebelum nafas terhenti
Simpangan kota ini bangkitlah dari mimpi